Tips Cara Aman Traveling di Masa Pandemi Menurut Pakar Kesehatan. Bepergian selama pandemi tidak hanya membutuhkan pendekatan yang cermat dan hati-hati, tetapi juga perlu dilakukan cara khusus untuk memastikan Anda meminimalkan risiko infeksi.

Tips Cara Aman Traveling di Masa Pandemi Menurut Pakar Kesehatan

Baca Yuk :

Berikut beberapa tips penting dari pakar kesehatan jika Anda ingin bepergian di masa pandemi:



1. Vaksinasi

Meskipun bepergian memang memiliki tingkat risiko, ingatlah bahwa vaksinasi adalah pilihan pasti yang akan membuat pengalaman Anda lebih aman.

Vaksinasi terhadap virus corona melindungi Anda dari risiko sejumlah komplikasi termasuk keparahan, kematian, dan banyak risiko yang jauh lebih menakutkan bagi seseorang yang tidak divaksinasi saat ini.

Banyak negara bagian, atau negara-negara di luar negeri juga memerlukan bukti vaksinasi dari para pelancong, oleh karena itu, jika Anda ingin bepergian, lakukan vaksinasi saat tersedia.

Penting juga untuk diingat bahwa vaksinasi lengkap (yaitu dua dosis penuh) COVID-19 diperlukan untuk diimunisasi sepenuhnya dan memiliki perlindungan terhadap virus corona dan banyak varian yang terus mengintai saat ini. Sementara dosis pertama menawarkan beberapa (atau sedikit) perlindungan, dosis kedua sangat penting untuk mengisi daya sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi banyak faktor risiko tertular COVID-19 saat Anda pergi. Setelah Anda diimunisasi lengkap, Anda akan relatif lebih aman dan juga bepergian dengan bijak.

2 Pilih tempat berisiko rendah

Pandemi global belumlah usai, dan saat ini, beberapa area mungkin kurang aman daripada yang lain. Jika saat ini Anda ingin bepergian, sebaiknya ikuti perkembangan kasus COVID-19 aktif di kota atau tempat yang akan Anda kunjungi, dan pembatasan yang diberlakukan di sana.

Untuk tindakan pencegahan tambahan, disarankan untuk memilih lokasi yang tidak biasa, atau menjadwalkan kunjungan Anda selama waktu tidak sibuk.

3. Pertahankan gelembung keamanan

Saat Anda bepergian, cara yang baik untuk meminimalkan risiko tertular COVID-19 adalah dengan menjaga gelembung keselamatan ke mana pun Anda pergi. Jika Anda bepergian dalam kelompok, cobalah secara individu, minimalkan risiko, pastikan Anda semua divaksinasi, ikuti semua tindakan pencegahan dan batasi pergerakan juga. Menjaga safety bubble sangat membantu jika Anda adalah seseorang yang memiliki risiko tinggi, atau tinggal dengan seseorang yang lebih rentan terhadap risiko COVID.

4. Karantina, jika perlu

Banyak negara bagian atau pedoman untuk perjalanan internasional masih mengharuskan penumpang untuk dikarantina pada saat kedatangan. Karantina selama perjalanan juga berguna untuk membuat perjalanan lebih aman bagi orang-orang di sekitar Anda, jika Anda pergi ke suatu tempat yang berisiko tinggi, atau datang dari tempat yang memiliki beban kasus tinggi. Ini sangat membantu jika Anda memiliki rencana perjalanan jangka panjang.

5. Cara melindungi diri dari COVID-19 saat bepergian dengan mobil

Rencana perjalanan perjalanan singkat dan perjalanan mobil sedang meningkat. Sementara mobil tetap menjadi salah satu cara teraman untuk bepergian saat ini, penting untuk memastikan bahwa kendaraan sepenuhnya disanitasi dan masker dikenakan oleh semua penumpang. Ingat, COVID atau tidak ada COVID, mobil Anda bisa menjadi salah satu tempat paling kuman yang mungkin Anda sentuh atau gunakan.

Studi baru telah muncul bahwa COVID dapat menular melalui aerosol atau udara lembab. Oleh karena itu, sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya bersihkan ventilasi dan pendingin Anda dari bakteri, jamur, atau virus yang mungkin terkumpul.

6. Apakah perjalanan udara aman?

Ada risiko penularan yang rendah pada penerbangan, tetapi bandara masih bisa menjadi tempat yang memungkinkan untuk penularan COVID. Meskipun risikonya tidak dapat dihindari, ingatlah untuk tetap menggunakan masker (dan pelindung wajah) saat Anda naik pesawat.

Sementara sebagian besar pesawat yang beroperasi saat ini memblokir kursi tengah sebagai pengganti jarak sosial, salah satu cara untuk meminimalkan risiko paparan COVID adalah dengan duduk di kursi dekat jendela.

Risiko penularan virus melalui tetesan pernapasan juga turun ke tingkat minimum ketika seseorang menggunakan kursi dekat jendela, hanya karena sebagian besar kuman dan virus, yang menyebar melalui tetesan besar, tidak dapat bergerak lebih dari jarak satu meter. Ini mungkin tidak sepenuhnya benar, tetapi masih menjamin manfaat tertentu sampai batas tertentu.




7. Cara bepergian dengan aman bersama anak

Jika Anda bepergian dengan anak-anak, mungkin ada beberapa langkah tambahan yang harus dilakukan. Tidak hanya anak-anak tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi COVID saat ini, tidak mungkin untuk mendorong anak-anak untuk memakai masker setiap saat, terutama dengan anak-anak yang lebih kecil, cara untuk memastikan perjalanan Anda lebih aman adalah pergi ke tempat-tempat dengan risiko rendah , dan membutuhkan waktu perjalanan yang lebih singkat.

Pada saat yang sama, pertimbangkan dengan cermat penggunaan taman bermain dan bantu anak-anak mengikuti panduan.

SUmber : https://traveling.bisnis.com/read/20210717/361/1418916/cara-aman-traveling-di-masa-pandemi-menurut-pakar-kesehatan

Baca Yuk :