Kenapa Ritel Giant Tutup? Direktur HERO Hardianus Wahyu Trikusumo, pengelola Giant, dalam keterbukaan informasi di BEI, mengatakan alasan perusahaan adalah sebagai respons cepat serta tepat dari perusahaan yang diperlukan untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar, terlebih terkait beralihnya konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir, sebuah fenomena yang juga terjadi di pasar global.

PT Hero Supermarket bakal menutup seluruh operasional Giant mulai Juli 2021. Akar masalah ini disinyalir karena perubahan pola belanja di masyarakat terutama pada segmen supermarket.

Baca Yuk :

Kenapa Ritel Giant Tutup?

Kondisi tersebut bisa jadi sebuah indikasi bahwa masyarakat mulai meninggalkan pasar dengan format besar seperti supermarket keefektifan dalam berbelanja menjadi salah satu alasannya.

Perubahan kebiasaan berbelanja itu yang membuat tren belanja bulanan di supermarket menurun. Masyarakat ingin mencari kebutuhan pokok di tempat yang lebih mudah diakses, misalnya di sekitar rumah apalagi minimarket sudah menjamur dimana-mana.

Dalam kasus Giant, tanda-tanda ritel ini sudah goyang bahkan sudah terjadi sebelum pandemi Covid-19. Pada Juli 2019, Giant menutup 6 gerainya dengan alasan efek perubahan gaya berbelanja masyarakat. Hero sempat menutup Giant Margo, City Depok, Jawa Barat serta Giant Kalibata, Jakarta Selatan.

Hingga Maret 2021, gerai Giant hanya tersisa 75 gerai, untuk Giant Ekstra maupun Giant Ekspres. Sepanjang 2019 hingga Maret 2021 ada 25 gerai Giant yang ditutup.

Baca Yuk :