Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021. Seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila pada hari ini, Selasa (1/6/2021). Tapi tahukah kamu alasan kenapa Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni?

Hari Lahir Pancasila ditetapkan melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2016. Dalam Keppres itu disebutkan dijelaskan bahwa tanggal 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

Baca Yuk :

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021

Selain itu, setiap tanggal 1 Juni juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Saat sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 1 Juni 1945, untuk pertama kalinya Pancasila sebagai dasar negara diperkenalkan oleh Ir. Soekarno, Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Sejak kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945, Pancasila mengalami perkembangan hingga menghasilkan naskah Piagam Jakarta.

Naskah Piagam Jakarta dirumuskan pada tanggal 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan dan disepakati menjadi rumusan final pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Rumusan Pancasila sejak tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, rumusan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 hingga rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara.

Tujuan adanya Hari Lahir Pancasila yakni agar dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia ini diketahui asal usulnya oleh bangsa Indonesia dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi.

Hal itu agar kelestarian dan kelanggengan Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sejarah singkat lahirnya Pancasila

Dikutip dari bpip.go.id, sejarah Hari Lahir Pancasila berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik. Jepang berusaha mendapatkan hati masyarakat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.

Lembaga ini dinamai Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai. Pada tanggal 29 Mei 1945, diadakan sidang pertama di Gedung Chuo Sangi In yang sekarang disebut Gedung Pancasila.

Di sana, para anggota membahas mengenai tema dasar negara. Sidang pertama berjalan sekitar hampir 5 hari.

Kemudian, pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai “Pancasila”.

Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.

Pada saat itu, Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”.

BPUPKI kemudian membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan.

Panitia sembilan ini bertugas untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut.

Anggota panitia sembilan terdiri dari, Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.

Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

Dikutip dari seruyankab.go.id, pada tahun 1998, setelah reformasi, muncul banyak gugatan tentang hari lahir Pancasila.

Pada awalnya, ada tiga tanggal yang berkaitan dengan hari lahir Pancasila, yaitu tanggal 1 Juni 1945, tanggal 22 Juni 1945 dan tanggal 18 Agustus 1945. Akhirnya, 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

Ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila karena pada tanggal tersebut kata Pancasila pertama kali dikenalkan oleh Bung Karno di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Kata Mutiara tentang Pancasila dari Ir Soekarno

Banyak cara untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Satu di antaranya yakni dengan membagikan kata-kata mutiara atau quotes di media sosial.

Terlebih kata-kata mutiara dari Bapak Proklamator Indonesia, Ir Soekarno tentang Pancasila.

Berikut kata-kata mutiara dari Ir Soekarno terkait Pancasila yang dikutip dari Buku Kumpulan Kata-Kata Mutiara Kesejarahan (2010) yang diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Direktorat Nilai Sejarah:

  1. Ada orang berkata, pada waktu Bung Karno mempropagandakan Pancasila, pada waktu itu ia menggalinya kurang dalam. Tapi saya terus terang katakan. “Saya menggalinya dari empat saf: Saf pra Hindu, saf Hindu, saf Islam, dan saf lmperialis.”
  2. Bakat persatuan, bakat “Gotong Royong” yang memang telah berurat berakar dalam jiwa Indonesia, ketambahan lagi daya penyatu yang datang dari azas Pancasila.
  3. Dengan “Bhinneka Tunggal Ika” dan Pancasila, kita prinsipil dan dengan perbuatan, berjuang terus melawan kolonialisme dan imperialisme di mana saja.
  4. I am not a maker of Pancasila. I am not a creator of Pancasila. I merely put into words some feelings existing among people, to which I gave the name of Pancasila.
    I dug in the ground of the Indonesian people and I saw in the heart of the Indonesian nation that there were five feelings there …. I formulated what we know to day as Pancasila.
    I merely formulated it because these five feelings had already lived for scores of years, even hundreds of years in our innen most hearts.
  5. (1) Pancasila, as the sublimation of Indonesia’s unity of soul; (2) Pancasila, as the manifestation of the unity the Indonesian nation’s and territory; (3) Pancasila, as WELTANSCHAUUNG in the Indonesian nation’s way of life, nationallity and internationally.
  6. Pancasila kecuali suatu Weltanschauung adalah alat pemersatu, dan siapa tidak mengerti perlunya persatuan dan siapa tidak mengerti bahwa kita hanya dapat merdeka dan berdiri tegak merdeka jikalau kita bersatu, siapa yang tidak mengerti itu, tidak akan mengerti Panca Sila.
  7. Saya berjuang sejak tahun 1918 sampai dengan 1945 sekarang ini untuk Weltanschaung. Untuk membentuk Nasionalistis Indonesia, untuk kebangsaan Indonesia, untuk kebangsaan Indonesia yang hidup di dalam peri kemanusiaan, untuk permusyawaratan, untuk socialrecht- vaardigheid, untuk Ketuhanan. Pancasila itulah yang berkobar-kobar di dalam dada saya berpuluh tahun.
  8. “Sesuatu” itu kami namakan “Pancasila”, ya “Pancasila” atau Lima Sendi Negara kami. Lima Sendi / Dasar tidaklah langsung berpangkal pada Manifesto komunis ataupun Declaration of Independence. Declaration of Independence memang, gagasan-gagasan dan cita-cita itu mungkin sudah ada sejak berabad-abad telah terkandung dalam bangsa kami.

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021

Dan memang tidak mengherankan bahwa paham-paham mengenai kekuatan yang besar dan kejantanan itu telah timbul dalam bangsa kami selama dua ribu tahun peradaban kami dan selama berabad-abad kejayaan bangsa sebelum imperialisme menenggelamkan kami pada suatu saat kelemahan nasional.

 

Baca Yuk :