Berapa Gula Darah Normal Menurut Pakar Gizi IPB. Kadar gula darah normal untuk tiap orang, tidak hanya menentukan apakah orang tersebut terbebas dari risiko diabetes saja. Pada kenyataannya, penyakit diabetes adalah penyebab utama dari kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Mengenai kadar gula darah normal, komedian Sapri Pantun yang meninggal dunia pada Senin (10/05/2021) diketahui masuk rumah sakit dikarenakan penyakit gula darah yang diidapnya.

Baca Yuk :

Berapa Gula Darah Normal Menurut Pakar Gizi IPB

Penyakit diabetes juga membuat Sapri Pantun mengalami penyumbatan pembuluh darah di kaki dan harus menjalani operasi.

Diabetes Melitus

Walaupun penyakit diabetes melitus identik dialami oleh lansia, data yang diambil oleh International Diabetes Federatiom (IDF) menunjukkan bahwa pada 2019, setidaknya ada sekitar 463 juta orang di usia mulai dari 20 tahun hingga 79 tahun yang meninggal dunia karena diabetes.

Selanjutnya masih menurut data IDF di tahun yang sama, kecenderungan diabetes pada laki-laki sedikit lebih tinggi, yaitu sebesar 9.65%. Sementara itu, perempuan hanya 9%.

Kadar gula darah yang terlalu tinggi disebut hiperglikemia yang menunjukkan kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL. Kadar gula darah terlalu tinggi berbahaya terutama bagi pengidap diabetes.

Berapa kadar gula darah normal?

Kadar gula darah normal bagi yang tidak mengidap diabetes jenis apapun berada di 70-130 mg/dL, tetapi angkanya bisa berubah tergantung waktu makan.

Menurut data American Diabetes Association, kisaran kadar gula darah normal pagi hari di bawah 100 mg/dL. Satu jam setelah makan sekitar 90-130 mg/dL. Dua jam setelah makan sekitar 90-110 mg/dL dan lima jam setelah makan sekitar 70-90 mg/dL.

Kadar gula darah dalam tubuh dapat diukur secara enzimatik, yaitu menggunakan bahan plasma darah vena. Kadar gula darah normal menurut Kemenkes adalah jika kurang dari 100.

Walau begitu, dalam menganalisa gula darah, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan.

Berikut adalah kadar gula darah yang dikategorikan sebagai diagnosis diabetes melitus menurut Kemenkes RI:

1. Gula Darah Puasa (GDP) ≥ 126 mg/dl. Dengan catatan, kondisi puasa yang dimaksud adalah tidak adanya asupan kalori selama minimal 8 jam.

2. Gula darah sewaktu (GDS) ≥ 200 mg/dl, dengan keluhan klasik.

3. Glukosa plasma ≥ 200 mg/dl pada waktu 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram.

4. HbA1c ≥ 6.5% dengan menggunakan metode yang distandardisasi oleh National Glychohaemoglobin Standardization Program (NGSP).

Kini kita telah mengetahui bagaimana kriteria kadar gula darah yang baik dan bagaimana yang dikategorikan sebagai diagnosa diabetes melitus.

Selanjutnya, berapakah konsumsi gula yang ideal?

Menurut keterangan dari guru besar dari Departemen Gizi Masyarakat IPB, Hardinsyah ketika dihubungi detikEdu pada Senin (10/05/2021), konsumsi gula menurut anjuran dari Kemenkes adalah tidak lebih dari 4 sendok atau sekitar dengan 60 gram.

“Kita juga udah dapat gula dari nasi, makan roti, makan mie. Kita juga udah dapat gula dari situ, ” tambah Hardinsyah.

Mengacu pada Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, maka anjuran konsumsi gula per orang per harinya adalah 10 persen dari total energi (200 kkal) atau setara dengan gula 4 sendok makan per orang per hari, seperti yang disebutkan Hardinsyah sebelumnya, dan artinya adalah sama dengan 50 gram per orang per hari.

Menjaga kadar gula darah normal tidak hanya menghindarkan kita dari diabetes, tapi juga rentetan penyakit lainnya.

Berapa Gula Darah Normal Menurut Pakar Gizi IPB

Sumber : https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5566598/gula-darah-normal-dan-anjuran-konsumsi-gula-dari-pakar-gizi-ipb

Baca Yuk :